Pelit ilmu tidak ada faedahnya. Sebab Yang Maha Kuasa memberikannya kepada kita untuk kebaikan bersama. Dari hal ini saja mengajarkan kita untuk tidak bersikap egois/ arogan terhadap wawasan yang dimiliki. Berikut ini, beberapa manfaat berbagi ilmu kepada orang lain yang mungkin selama ini belum anda ketahui.
- Memperkuat Roh Allah dalam hidup seseorang : Apabila anda hendak berbagi hikmat, pengetahuan dan penghiburan kepada orang lain maka itu sama saja dengan memperkuat Roh Kudus dalam kehidupannya. Sebab Roh Kudus adalah hikmat Allah sendiri.
- Membuat ilmu itu berkembang : Hindari sikap yang pelit ilmu sobat sebab apa yang diberikan sedikit-sedikit akan semakin dibatasi oleh Tuhan. Saaatkita membagikan ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki kepada orang lainmaka tepat saat itu juga, apa yang kita miliki semakin berkembang.Pengetahuan itu seperti air yang mengalir. Ketika muaranya atau jalan keluarnya ditutup maka air tersebut akanberhenti mengalir dan menjadi kotor. Bahkan jika hal tersebut terus berlangsung maka kemungkinan besar akan berubah menjadi air asin yang tidakbisa dikonsumsi. Artinya, ketika pengetahuan yang kita miliki tidak dibagikan dengan orang lain maka kemungkinan besar hal tersebut akan balik merusak kita yang pada akhirnya menjerumuskan diri ini dalam keterpurukan/ kerugian. Bahkan bisa-bisa orang lain dan lingkungan sekitarpun akan dirugikan akibat hal tersebut.
- Mengoreksi apakah ilmu yang kita miliki sudah baik dan benar : Beberapa orang menganggap bahwa ia berhikmat dan memiliki pengetahuan tentang sesuatu padahal ilmunya tersebut tidak baik untuk dilakukan alias ketika dilakukan lebih dekat kepada kejahatan. Jadi ketika berbagi dengan orang lain secara tidak langsung ia akan melihat bagaimana reaksi dan apa kritik dan saran dari orang tersebut sehingga ilmunya yang sudah adapun diperbaharui menjadi lebih baik.
- Menuntunnya untuk mengenal & melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat : Saat Roh Kudus semakin kuat dalam hatiseseorang maka nilai yang baik dan pengetahuan akan kejahatan berkembang. Pengenalan akan kedua hal ini secara tidak langsung membuat orang lain turut mengusahakan yang baik itu tapi menjauhi setiap yang jahatnya.
- Menunjukkan jalan keluar dari pergumulan hidup yang sedang dihadapi : Ilmu yang dimiliki seseorang adalah pengertian tentang sesuatu dalam bidangnya masing-masing dimana ia dimudahkan saat menghadapi masalah dibidang tersebut. Persoalan hidup yang sudah terselesaikan, membuat beban dalam hati lebih ringan dan mulai digantikan oleh rasa damai penuh ketentraman.
- Melanggengkan hubungan dengan sesama : Berbagi ilmu dengan orang lain sama halnya dengan memberi dan menjalin hubungan baik (silahturahmi) dengan orang lain. Secara tidak langsung hal ini akan mendekatkan orang yang jauh dan mempererat hubungan yang sudah terjalin sebelumnya.
- Mendamaikan dan memberi kelegaan dalam hati : Seseorang dalam hidupnya mencari sesuatu, ini tidak saja berbicara tentang nafkah sehari-hari melainkan ini juga berperkara tentang hikmat dan penghiburan akan ilmu pengetahuan yang baik dan yang jahat. Saat seseorang sudah mendalami dan melakukan kesemua hal itu niscaya sikap yang benar akan menuntunnya kepada kedamaaian dan kelagaan dalamhati.
- Menjadi bermanfaat bagi orang lain adalah kebenaran : Apabila hidup kita mampu bermanfaat bagi sesama ada rasa puas dalam hati sekalipun anda tidak dipuji dan diberi apresiasi apapun. Sebab menjadi bermanfaat bagi orang lain adalah kebutuhan hati dan juga menunjukkan bahwa kita sedang di jalan yang benar.
- Dua orang cerdas lebih baik daripada satu, semua orang cerdas lebih baik darisekelompok orang pintar : Sadar atau tidak, individu yang cerdas tidak akan memberi dampak apa-apa bagi sebuah sistem. Akan tetapi, masyarakat yang cerdas pastilah akan membuat sistem semakin baik hari lepas hari. Saat berbagi pengetahuan dengan sesama, itu berarti kita sedang membangun sebuah sistem masyarakat yang maju, kuat dan bijak.
- Menjauhkan kita dari sikap arogansi : Ketika pengetahuan yang kita miliki hanya untuk diri sendiri saja maka ada kecenderung merasa lebih dari orang lain. Perasaan semacam ini jelas menjadi awal terbentuknya sikap yang arogan. Dimana kita cenderung memanfaatkan ilmu tersebut untuk menguntungkan diri sendiri. Dibalik semuanya itu, kita tidak peduli dengan orang lain; yang penting kita menang dan senang sekalipun pihak lainnya dikorbankan.
Semoga setelah membaca dan memahami artikel ini anda bisa meresapi dan bisa mengetahui lebih banyak lagi tentang ilmu yang bermanfaat dan barokah, Amin.


No comments:
Post a Comment